Berada >>

Geografis

A. Sejarah Singkat Kabupaten Barito Timur

Barito Timur adalah nama secara resmi ditetapkan bagi daerah ini setelah terbentuk menjadi kabupaten otonom sejak tahun 2002. Sebelumnya, daerah ini masih bergabung dengan Kabupaten Barito Selatan. Seiring dengan semangat otonomi daerah, maka masyarakat Barito Timur mengusulkan dibentuknya kembali Kabupaten Barito Timur.

Sebelumnya, Barito Selatan dikenal dengan nama Barito Hilir untuk wilayah dengan luas 8.287,57 km² sepanjang kiri dan kanan aliran sungai barito , dan untuk Barito Timur dengan luas 3.013 km² yang meliputi daratan sebelah timur sungai barito .

 Berdasarkan pembagian wilayah administrasi Pemerintahan pada waktu itu, Wilayah Barito Hilir dan Barito Timur adalah Wilayah Kewedanaan dari Kabupaten Barito yang pusat pemerintahan nya berkedudukan di Muara Teweh.

Kedua wilayah Kewedanaan tersebut adalah :

  1. Kewedanaan Barito Hilir dengan ibukotanya Buntok
  2. Kewedanaan Barito Timur dengan ibukotanya Tamiang Layang

Tuntuktan masyarakat dari kedua Kewedanaan ini agar Kabupaten Barito dipisahkan menjadi dua kabupaten, yang akhirnya mendapat dukungan dariv DPRD Barito pada tahun 1956 dalam bentuk mosi tanggal30 Januari 1956 dengan nomor 1/MS/DPRD/56 dan tanggal 21 September 1956 dengan nomor2/MS/DPRD/56.

Selain itu tuntutan masyarakat ini dituangkan pula dala surat dukungan Bupati Kepala Daerah Kabupaten Barito dengan surat nomor 675/UP-IV-4 tanggal 23 April 1958. sambil menunggu ketetapan dari Pemerintah Pusat oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah dikeluarkan Surat Keputusan (SK) nomor 28/Des-I-4/58 tanggal 10 Juni 1958 ditunjuklah Wedana Barito Hilir disamping tugasnya mengadakan perasiapan-persiapan seprelunya.

Realisasi dari Surat Keputusan (SK) tersebut, maka pada tanggal 5 September 1958 resmi terbentuknyas kantor persiapan kabupaten yang berkedudukan di Buntok. Tahun 1959 keluarlah Undang-undang nomor 27 Tahun 1959 yang berlaku sejal tanggal 4 Juli 1959. dalam Undang-undang tersebut ditetapkan antara lain Kewedanaan Barito Hilir dan Barito Timur dijadikan Daerah Otonomi yang terpisah dari Kabupaten Barito dengan nama Kabupaten Daerah Tingkat II Barito Selatan, dengan pusat pemerintahan berkedudukan di Buntok.

Secara formal Kabupaten Barito Timur terbentuk bersama-sama dengan beberapa kabupaten lainnya di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2002 berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Barito Timur.

Sebelum Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Barito Timur ini dikeluarkan, wilayah Kewedanaan Barito Timur pernah berkembang dari Kewedanaan Barito Timur menjadi Wilayah Pembantu Bupati Barito Timur, sejak Undang-undang tersebut diatas berlaku, maka secara resmi Wilayah Barito Timur memisahkan diri dari Kabupaten Barito Selatan dan menjadi daerah otonom sendiri dengan nama Kabupaten Barito Timur dengan ibukota Tamiang Layang.

 B. Arti Lambang Daerah

 

Moto / Semboyan Kabupaten Barito Timur adalah :

“gumi jari janang kalalawah”

Yang berarti

“menjadi jaya selamanya”

 

Arti Lambang :  

  1. Bentuk Dasar Polygon Melambangkan Bagian Integral RI
  2. Segi Lima Melambangkan Pancasila
  3. Warna Merah Melambangkan Sembangat dan Keberanian
  4. Warna Hijau Melambangkan Kesuburan Tanah
  5. Telawang (Perisai) Melambangkan Kelestarian Budaya dan Adat
  6. Pohon Karet Melambangkan Komoditas Utama
  7. Bunga Padi dan Kapas Melambangkan Kemakmuran Rakyat
  8. Belanga/Kendi/Guci Melambangkan Tempat Minum Adat
  9. Mandau, Sumpitan dan Tombak Melambangkan Senjata Khas
  10. Bintang Melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa
  11. Akar Kayu hitam Melambangkan Enam Kecamatan Pertama
  12. Ornamen Dayak Melambangkan Suku Nenek Moyang
  13. Warna Biru Melambangkan Daerah Perairan (Sungai, Danau dan Rawa-rawa)
  14. Warna Kuning Melambangkan Kekayaan Alam

 

C. Keadaan Geografi

Kabupaten Barito Timur yang beribukota di Tamiang Layang terletak antara 1º 2’ Lintang Utara dan 2º 5’ Lintang Selatan, 114º dan 115º Bujur Timur yang diapit oleh kabupaten tetangga yaitu Sebelah Utara dengan Wilayah Kabupaten Barito Selatan, disebelah Timur dengan sebagian Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, di Sebelah Selatan dengan Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah dan Provinsi Kalimantan Selatan serta di Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah.

Luas Wilayah Kabupaten Barito Timur tercatat seluas 3.834 km² yang meliputi sepuluh (10) kecamatan. Kecamatan Dusun Timur dan Kecamatan Paju Epat  merupakan kecamatan terluas, masing-masing 867,70 km² dan 664,30 km² atau luas kedua kecamatan tersebut mencapai40,15 % dari seluruh luas wilayah Kabupaten Barito Timur.

Sebagian besar wilayah Kabupaten Barito Timur adalah merupakan dataran rendah yang ketinggiannya berkisar antara 50 s/d 100 meter dari permukaan laut, kecuali sebagian Wilayah Kecamatan Awang dan Kewcamatan Patangkep Tutui yang merupakan daerah perbukitan.

Dengan tidak adanya sungai besar dan banyaknya sungai kecil/anak sungai, keberadaannya menjadi salah satu ciri khas Kabupaten Barito Timur.

sebagian besar wilayah Kabupaten Barito Timur beriklim tropis dengan rata-rata mendapat penyinaran matahari lebih dari 50% sepanjang tahun. Udaranya relatif panas yaitu pada siang hari bisa mencapai 34,6ºC dan pada malam hari mencapai 21,0ºC, sedangkan rata-rata curah hujan pertahunnya relatif tinggiyaitu mencapai 228,9 mm. (Donwload Peta Kabupaten Barito Timur)

D. Pemerintahan

Kabupaten Barito Timur membawahi 10 kecamatan yang terdiri dari 103 desa/kelurahan termasuk Unit Pemukiman Transmigari (UPT). Kesepuluh kecamatan tersebut adalah sebagai berikut :

No. Kecamatan

Luas Wialayah

(Km)

Prosentase Terhadap

Luas Kabupaten

1. Benua Lima  258  6.67
2.  Dusun Timur  867.70  22.75 
3.  Awang  203  5.32 
4.  Patangkep Tutui  255  6.68 
5.  Dusun Tengah  371  9.68 
6.  Pematang Karau  579  15.17 
7.  Paju Epat  664.30  17.40 
8.  Raren Batuah  186  4.40 
9.  Paku  272  7.13 
10.  Karusen Janang  178  4.64 
 Luas Kab. Barito Timur  3834  100 %

 Sumber : Barito Timur Dalam Angka 2009

(Lihat Daftar Kelurahan/Desa Per Kecamatan di Kabupaten Barito Timur)

 

Berdasarkan status hukum desa/kelurahan definitif di Kabupaten Barito Timur sebanyak 103 buah atau 100% yang berarti bahwa tidak ada desa persiapan dan UPT. Mengacu pada kriteria PMD-Depdagridimana desa/kelurahan diklasifikasikan menjadi desa/kelurahan swadaya (tradisional), swakarya (transisional) dan Swasembada (berkembang). Dikabupaten Barito Timur desa/kelurahan yang ada masih merupakan desa/kelurahan Swadaya (tradisional). Sebagai bentuk partisipasi warga masyarakat desa/kelurahan dalam pembangunan desa/kelurahannya semua desa/kelurahan yang ada semuanya (100%) telah memiliki Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa/Kelurahan (LKMD/K)

Sejak lahirnya Kabupaten Barito Timur Berdasarkan Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 2002 tanggal 01 Juli 2002, tentang Pembentukan Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Barito Timur sampai sekarang telah dipimpin oleh 2 (dua) orang Bupati / Penjabat Bupati yaitu :

  1. Penjabat Bupati Barito Timur yang pertama Drs. Gumarawan Panthie yang sekaligus sebagai pendiri Kabupaten Barito Timur;
  2. yang kedua sampai saat ini adalah Bupati H. Zain Alkim dan Wakil Bupati Ir. Yuren S Bahat, MM, MT;
  3. yang ketiga sampai saat ini adalah Bupati Ampera Y. Mebas dan Wakil Bupati H. Suriansyah.