PENCANANGAN VAKSINASI RABIES MASAL KABUPATEN BARITO TIMUR

By 06 Sep 2016, 07:59:14 WIBKesehatan

PENCANANGAN VAKSINASI RABIES MASAL KABUPATEN BARITO TIMUR

Sehubungan dengan target membebaskan Kabupaten Barito Timur dari penyakit rabies pada tahun 2019 Pemerintah melakukan Pencanangan Vaksinasi Rabies Massal Se-Kabupaten Barito Timur Tahun 2016. Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas mengatakan Sebagai syarat untuk mencapai target Barito Timur Bebas Rabies pada Tahun 2019 maka pada tahun 2017 dan 2018 hal harus terpenuhi yaitu : - Bebas kasus gigitan positif rabies - Tidak ada kasus kematian pada manusia karena rabies - Hasil survailans rabies menunjukkan titer antibodi hasil vaksinasi lebih dari 70% protektif, artinya bahwa cakupan vaksinasi kita harus jauh diatas 70%. “Setelah syarat tersebut telah terpenuhi kita bisa mengajukan kepada Tim Ahli dari Kementerian Pertanian untuk mengevaluasi dan mendapatkan rekomendasi untuk penetapan sebagai daerah bebas rabies pada tahun 2019”ungkapnya. Penyakit rabies atau anjing gila merupakan penyakit hewan menular yang biasanya menyerang anjing, kucing dan kera serta bersifat zoonosis (menular kepada manusia) berbahaya dan mematikan. Sampai sekarang penyakit rabies tidak ada obatnya, maka salah satu cara untuk mengatasinya yaitu melakukan pencegahan dengan memberikan vaksinasi pada hewan yang rentan terhadap penyakit rabies.

Penyakit rabies sudah lama menjadi penyakit endemiik (mewabah) di Kabupaten Barito Timur. Beberapa tahun yang lalu sudah ada jatuh korban hewan kesayangan ternak bahkan korban manusia yang meninggal akibat penyakit rabies. Meskipun demikian, berkat kegigihan kita semua, kesadaran masyarakat yang semakin meningkat dan program pemberantasan rabies yang mendukung, perkembangan penyakit rabies di Kabupaten Barito Timur sekarang menunjukkan penurunan kasus gigitan positif rabies yang cukup signifikan. Bahkan sampai bulan April 2016 ini kejadian gigitan positif rabies Bupati Barito Timur meminta Kepada masing-masing SKPD terkait, agar melakukan Kerjasama yang baik dengan pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing yaitu :

1. Dinas kesehatan berkaitan dengan penanganan manusia korban gigitan hewan tersangka rabies,

2. Badan Ketahanan Pangan, Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan yang mempunyai petugas penyuluh sampai tingkat kecamatan dan desa untuk membantu penyuluhan dan penyadaran pada masyarakat tentang bahaya penyakit rabies yang mematikan dan pentingnya vaksinasi rabies pada hewan kesayangan atau ternak secara rutin.

3. Seluruh camat, Lurah, Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat untuk mendukung kegiatan vaksinasi oleh petugas / vaksinator dan membantu dalam sosialisasi, penyadaran pada masyarakat akan bahaya penyakit rabies yang mematikan dan pentingnya vaksinasi rabies pada hewan kesayangannya secara rutin minimal setahun sekali.

4. Kepada masyarakat pemilik hewan penular rabies, untuk bisa bekerjasama proaktif mendukung kegiatan vaksinasi rabies massal ini. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pencanangan Pusat Kesehatan Hewan (PUSKESWAN) Tamiang Layang beserta kelengkapan yang ada didalamnya. Puskeswan merupakan pusat bagi pelayanan kesehatan hewan untuk masyarakat peternak dan pecinta hewan kesayangan di Kabupaten Barito Timur. Pemerintah berharap bahwa Pusat Kesehatan Hewan (PUSKESWAN) ini bisa meningkatkan tingkat kesehatan hewan/ternak dan pada akhirnya juga bisa mendorong peningkatan produksi peternakan dan meningkatnya perekonomian peternak di Kabupaten Barito Timur. (JS.red)


Lihat semua komentar

Beri Komentar

Banner Iklan 2

Logon Fan Page

Poling

Pendapat anda tentang keterbukaan informasi publik?
  Penting
  Kurang Penting
  Tidak Penting
  Tidak tahu